Cara Kerja Transmisi Manual Synchromesh 5 Kecepatan
Transmisi melupakan komponen di sistem pemindah tenaga yang memiliki
fungsi untuk merubah ratio roda giginya sesuai dengan keperluan, baik
untuk kecepatan ataupun untuk menambah tenaga.
Pada transmisi manual synchronmesh 5 kecepatan, cara kerjanya antara lain :
Pada posisi netral
Pada posisi netral
Pada saat transmisi pada posisi netral, tenaga putar dari poros engkol
yang masuk ke input transmisi tidak akan diteruskan ke output transmisi,
karena pada saat posisi netral ini synchromesh dalam keadaan tidak
terhubung atau pada posisi bebas
Posisi 1
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 1 maka shift
fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan
berhubungan dengan gear tingkat 1. Saat transmisi pada posisi 1 maka
putaran pada output transmisi akan lambat tetapi untuk momen yang
dihasilkan pada output transmisinya sangat besar.
Posisi 2
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 2 maka shift
fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan
berhubungan dengan gear tingkat 2. Saat transmisi pada posisi 2 maka
putaran pada output transmisi akan lebih cepat dibandingkan dengan
posisi 1 tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya
lebih kecil dibanding transmisi pada posisi 1.
Posisi 3
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 3 maka shift
fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan
berhubungan dengan gear tingkat 3. Saat transmisi pada posisi 3 maka
putaran pada output transmisi akan lebih cepat dibandingkan dengan
posisi 2 tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya
lebih kecil dibanding transmisi pada posisi 2.
Posisi 4
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 4 maka shift
fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan
berhubungan dengan gear tingkat 4. Saat transmisi pada posisi 4 maka
putaran pada output transmisi akan lebih cepat dibandingkan dengan
posisi 3 tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya
lebih kecil dibanding transmisi pada posisi 3.
Posisi 5
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 5 maka shift
fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan
berhubungan dengan gear tingkat 5. Saat transmisi pada posisi 5 maka
putaran pada output transmisi akan sangat cepat dibandingkan dengan
posisi transmisi lainnya tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output
transmisinya akan sangat kecil dibanding transmisi pada posisi lainnya.
Posisi R (mundur)
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi R maka shift
fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan
berhubungan dengan gear mundur. Antara gear mundur dan gear counter
mundur dipasangkan idler gear sehingga putaran dari poros output akan
berlawanan arah dengan putaran dari poros input transmisi
Transmisi Manual Berdasarkan Perpindahan Giginya
Transmisi merupakan
bagian dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Transmisi pada kendaraan
terbagi menjadi dua tipe berdasarkan cara kerjanya yaitu transmisi manual dan
transmisi otomatis.
Transmisi manual
merupakan transmisi yang cara kerja perpindahan giginya dilakukan secara manual
dan di dalam transmisi manual terdapat susunan roda-roda gigi yang bertujuan
untuk mendapatkan variasi kecepatan dan momen pada poros ouput transmisi.
Transmisi terletak
diantara kopling dan poros propeller (pada mobil tipe FR) atau antara kopling
dan gardan/ differential (pada mobil tipe FF dan RR).
Fungsi transmisi pada
umumnya, antara lain :
- Untuk mengatur momen dan kecepatan kendaraan.
- Untuk memungkinkan kendaraan dapat berjalan mundur.
- Untuk memungkinkan kendaraan pada posisi netral.
Tipe-tipe atau
macam-macam transmisi manual berdasarkan perpindahan giginya (selective gear)
dibagi menjadi tiga macam yaitu transmis tipe sliding mesh, transmisi tipe constant
mesh dan transmisi tipe synchronmesh.
Transmisi
tipe sliding mesh
Tipe transmisi
berdasarkan selective gearnya, yang pertama adalah transmisi tipe sliding mesh.
Transmisi tipe sliding mesh merupakan transmisi manual yang cara kerja
perpindahan giginya dengan cara menggeser langsung roda giginya.
Transmisi tipe sliding
mesh memiliki beberapa kekurangan, antara lain :
- Untuk melakukan perpindahan gigi tidak dapat dilakukan secara langsung atau memerlukan waktu untuk memindahkan gigi.
- Hanya menggunakan satu jenis roda gigi.
- Saat perpindahan gigi akan timbul suara kasar.
Transmisi tipe sliding
mesh ini hanya menggunakan jenis roda gigi lurus (spur), biasanya pada saat
ini, tipe sliding mesh dipakai pada perpindahan gigi mundur. Saat perpindahan
gigi dari maju mau ke mundur maka kendaraan harus pada posisi berhenti karena
jika masih dalam keadaan bergerak, tipe sliding mesh ini akan susah dimasukkan.
Transmisi
tipe constant mesh
Tipe transmisi
berdasarkan selective gearnya, yang kedua adalah transmisi tipe constant mesh. Transmisi
tipe constant mesh merupakan transmisi manual yang cara kerjanya yaitu saat
perpindahan giginya memerlukan bantuan kopling geser karena pada tipe contant
mesh ini posisi roda giginya tetap (tidak dapat bergeser).
Posisi antara main gear
(roda gigi utama) selalu berhubungan dengan counter gear (roda gigi lawan). Main
gear ini tidak berhubungan dengan poros output sehingga bila poros input
berputar dan poros counter berputar maka akan menggerakkan roda gigi counter
dan roda gigi utama namun poros output tidak akan berputar.
Untuk menghubungkan
putaran roda gigi utama dan poros output maka memerlukan kopling geser. Kopling
geser ini terhubung dengan garpu pemindah (shift fork) dan pada kopling geser
ini terdapat spline (alur) untuk menghubungkan kopling geser dengan poros
output sehingga jika kopling geser berputar maka poros output juga berputar.
Ketika tuas transmisi
digeser maka garpu pemindah akan menggeser kopling geser sehingga kopling geser
akan terhubung dengan roda gigi utama sehingga bila roda gigi utama berputar
akan memutarkan kopling geser dan selanjutnya putaran tersebut disalurkan pada
poros output.
Untuk lebih jelasnya tentang transmisi contant mesh, perhatikan gambar di bawah ini :
Transmisi
tipe synchronmesh
Tipe transmisi
berdasarkan selective gearnya yang ketiga adalah transmisi tipe synchronmesh. Transmisi
tipe synchronmesh ini hampir sama dengan transmisi tipe constant mesh yaitu
roda gigi utama dan roda gigi counter selalu berhubungan serta roda gigi
utamanya tidak dapat bergeser. Dan sama-sama memerlukan kopling geser untuk
melakukan perpindahan gigi.
Bedanya antara transmisi
tipe constant mesh dan synchronmesh ini adalah pada tipe synchronmesh terdapat
unit synchronmesh pada kopling gesernya yang berfungsi untuk menyamakan putaran
antara kopling geser dan roda gigi utama ketika akan berhubungan dengan cara melakukan
pengereman.
Bagian dan Fungsi Synchronmesh Pada Transmisi
Transmisi merupakan
salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Transmisi pada
kendaraan memiliki fungsi untuk mengatur kecepatan, mengatur momen memungkinkan
kendaraan untuk mundur dan memungkinkan kendaraan pada posisi netral.
Transmisi terdapat
beberapa macam dan macam transmisi berdasarkan selective gear (perpindahan
gigi) nya dibedakan menjadi tiga tipe transmisi yaitu transmisi tipe sliding
mesh, transmisi tipe constant mesh dan transmisi tipe synchronmesh.
Synchronmesh pada tipe
transmisi synchronmesh ini memiliki fungsi untuk meyamakan putaran roda gigi
yang akan saling berhubungan dengan cara pengereman.
Sehingga pada transmisi
yang menggunakan synchronmesh saat melakukan perpindahan gigi dapat berjalan
dengan lebih halus tanpa terjadi hentakan.
Bagian-bagian dari
synchronmesh dan fungsinya antara lain :
Clutch
Hub
Clutch hub atau kopling
penghubung berfungsi untuk meneruskan tenaga atau putaran dari clutch hub
sleeve (kopling geser) ke poros output transmisi. Clutch hub terletetak pada spline
(alur gigi) poros output transmisi atau poros utama dan terhubung langsung dengan
poros output atau poros utama sehingga bila clutch hub berputar maka poros
output juga berputar. Pada clutch hub ini juga terdapat 3 alur untuk pemasangan
shifting key.
Clutch
hub sleeve
Clutch hub sleeve atau
kopling geser berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan tenaga atau putaran
dari roda gigi kecepatan ke clutch hub. Clutch hub sleeve ini terletak pada spline
(alur gigi) clutch hub dan juga terhubung dengan shift fork (garpu pemindah).
Shifting
key
Shifting key atau
batang pengunci synchronmesh berfungsi untuk mencegah terjadinya perpindahan
gigi sebelum putaran antara gigi kecepatan dan clutch hub sama. Shifting key
terletak pada alur clutch hub dan pada kedua ujung shifting key ini masuk ke
dalam celah synchronizer ring.
Spring
key
Spring key atau pegas
pengunci berfungsi untuk memegang shifting key.
Synchronizer
ring
Synchronizer ring atau
cincin synchronmesh berfungsi untuk menyamakan putaran antara unit synchronmesh
dengan roda gigi kecepatan dengan cara melakukan pengereman. Synchronizer ring
terletak pada clutch hub dan konis (bagian yang berbentuk kerucut) roda gigi
kecepatan.Sistem Transmisi Kendaraan Ringan
1. Transmisi pada kendaraan terletak di belakang ...
a. Kopling
b. Poros propeller
c. Fly wheel
d. Differential
e. Poros axle
2. Salah satu fungsi transmisi pada kendaraan yaitu ...
a. Memungkinkan kendaraan untuk mundur
b. Mengurangi laju kendaraan
c. Untuk merubah arah putaran mesin sebesar 900
d. Memungkinkan kendaraan dalam posisi netral
e. Meneruskan putaran mesin ke differential
3. Tipe transmisi berdasarkan selective gearnya yaitu ...
a. Sliding mesh type, fluid type, CVT
b. Sliding mesh type, constant mesh type, synchronmesh type
c. Constant mesh type, synchronmesh type, CVT
d. Synchronmesh type, fluid type, sliding mesh
e. Electric type, fluid type, CVT
4. Tipe transmisi manual yang perpindahan giginya dilakukan dengan cara menggeser gigi percepatannya untuk berhubungan dengan gigi counter adalah ...
a. Transmisi tipe constant mesh
b. Transmisi tipe synchronmesh
c. Transmisi tipe sliding mesh
d. Transmisi CVT
e. Transmisi tipe fluid
5. Pada transmisi manual tipe 3 poros memiliki poros yang berjumlah 3 buah, poros tersebut yaitu ...
a. Poros input, poros counter, poros output
b. Poros input, poros mundur poros counter
c. Poros input, poros lawan, poros counter
d. Poros input, poros mundur, poros output
e. Poros counter, poros lawan, poros output
6. Perbandingan gigi atau gear ratio yang paling tinggi pada transmisi manual terdapat pada saat ...
a. Transmisi pada kecepatan gigi 1
b. Transmisi pada kecepatan gigi 2
c. Transmisi pada kecepatan gigi 3
d. Transmisi pada kecepatan gigi 4
e. Transmisi pada kecepatan gigi 5
7. Perbandingan gigi atau gear ratio yang paling kecil pada transmisi manual terdapat pada saat ...
a. Transmisi pada kecepatan gigi 1
b. Transmisi pada kecepatan gigi 2
c. Transmisi pada kecepatan gigi 3
d. Transmisi pada kecepatan gigi 4
e. Transmisi pada posisi mundur
8. Pada kendaraan tipe FR letak transmisi berada diantara ...
a. Kopling dan differential
b. Kopling dan axle shaft
c. Kopling dan propeller shaft
d. Propeller shaft dan differential
e. Engine dan kopling
9. Pada kendaraan tipe FF letak transmisi berada diantara ...
a. Kopling dan propeller shaft
b. Kopling dan differential
c. Engine dan kopling
d. Kopling dan axle shaft
e. Engine dan differential
10. Perbandingan gigi atau gear ratio dapat ditentutan dengan menggunakan rumus ...
a. Gigi yang diputar dibagi dengan gigi yang memutar
b. Gigi yang memutar dibagi dengan gigi yang diputar
c. Gigi kecepatan dibagi dengan gigi counter
d. Gigi pada poros input dibagi dengan gigi pada poros output
e. Gigi pada poros input dibagi dengan gigi pada poros counter
11. Ketika kendaraan membutuhkan momen yang paling besar maka gear ratio pada kendaraan harus pada posisi ...
a. Gear ratio paling kecil
b. Gear ratio yang paling besar
c. Gear ratio harus nilainya 1
d. Gear ratio harus memiliki nilai di bawah 1
e. gear ratio memiliki nilai 0
12. Perhatikan gambar di bawah ini :
Gear ratio pada gambar di atas menunjukkan kendaraan pada saat ...
a. Posisi kecepatan tinggi
b. Posisi kecepatan rendah
c. Posisi kendaraan maju
d. Posisi kendaraan mundur
e. Posisi kendaraan netral
13. Gear ratio pada gambar nomer 12 dapat dihitung dengan rumus
a. GR = A/B x E/C x D/E
b. GR = A/B x C/E x D/E
c. GR = B/A x E/C x D/E
d. GR = A/B x C/E x E/D
e. GR = B/a x E/C x E/D
14. Perhatikan gambar di bawah ini :
Gear ratio pada gambar di atas menunjukkan kendaraan pada posisi ...
a. Kendaraan saat berjalan maju
b. Kendaraan saat berjalan mundur
c. Kendaraan saat posisi netral
d. Kendaraan saat kecepatan tinggi
e. Kendaraan saat kecepatan rendah
15. Pada gambar nomer 14 diatas, gear ratio dapat dihitung dengan rumus ...
a. GR = A/B x C/D
b. GR = A/B x D/C
c. GR = B/A x C/D
d. GR = B/A x D/C
e. GR = D/C x A/B
16. Perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar di atas, komponen yang ditunjukkan oleh huruf A adalah ...
a. Shifting key
b. Spring key
c. Clutch hub
d. Hub sleeve
e. Synchronizer ring
17. Perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar di atas, komponen yang ditunjukkan oleh huruf D adalah ...
a. Shifting key
b. Spring key
c. Clutch hub
d. Hub sleeve
e. Synchronizer ring
18. Pada transmisi manual, untuk mencegah terjadinya gigi berpindah sendiri saat tuas pemindah tidak digerakkan digunakan ...
a. Mekanisme pencegah gigi loncat
b. Synchronmesh
c. Clutch hub sleeve
d. Idle gear
e. Fork
19. Perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar di atas merupakan tipe mekanisme pemindah gigi ...
a. Remote control
b. Direct control
c. Shift type
d. Shift fork type
e. Select lever type
20. Perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar di atas merupakan tipe mekanisme pemindah gigi ...
a. Remote control
b. Direct control
c. Shift type
d. Shift fork type
e. Select lever type
21. Untuk memungkinkan kendaraan dapat bergerak mundur maka pada perbandingan gigi saat mundur ditambahkan gigi ...
a. Gigi counter
b. Gigi kecepatan
c. Gigi idle
d. Gigi lawan
e. Gigi hypoid
22. Bentuk gigi pada gigi mundur yaitu ...
a. Gigi tipe worm
b. Gigi tipe spur
c. Gigi tipe hypoid
d. Gigi tipe helical
e. Gigi tipe pinion
23. Pada kendaraan tipe FR, poros output transmisi berhubungan dengan ...
a. Differential
b. Gardan
c. Poros propeller
d. Poros axle
e. Kopling
24. Perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar diatas, transmisi ditunjukkan dengan huruf ...
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E
25. Komponen pada sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan momen kendaraan yaitu ...
a. Kopling
b. Transmisi
c. Poros propeller
d. Poros axle
e. Differential
26. Perhatikan gambar di bawah ini :
Gambar di atas menunjukkan pemeriksaan ...
a. Pemeriksaan kondisi dog teetch
b. Pemeriksaan kondisi konis
c. Pemeriksaan celah synchronizer ring dengan konis
d. Pemeriksaan celah dog teetch
e. Pemeriksaan celah clutch hub dengan konis
27. Perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar di atas menunjukkan pemeriksaan ...
a. Pengereman synchronizer ring
b. Keausan dog teetch
c. Kondisi gear
d. Kondisi clutch hub
e. Keausan shifting key
28. Tipe transmisi manual yang dalam melakukan perpindahan giginya dengan cara melakukan pengereman dahulu untuk menyamakan putaran terdapat pada ...
a. Transmisi tipe sliding mesh
b. Transmisi tipe synchronmesh
c. Transmisi tipe constant mesh
d. Transmisi CVT
e. Transmisi tipe fluid
29. Oli pelumas yang digunakan pada transmisi manual pada umumnya memiliki nilai SAE ...
a. 10
b. 20
c. 30
d. 40
e. 90
30. Jika oli pelumas yang digunakan untuk melumasi bagian transmisi terlalu encer maka akibatnya adalah ...
a. Transmisi menjadi ringan
b. Gigi transmisi dapat rusak
c. Suara yang ditimbulkan menjadi halus
d. Transmisi akan mendapatkan pendinginan yang maksimal
e. Perpindahan gigi transmisi menjadi mudah