Transmisi 2

Cara Kerja Transmisi Manual Synchromesh 5 Kecepatan


Transmisi melupakan komponen di sistem pemindah tenaga yang memiliki fungsi untuk merubah ratio roda giginya sesuai dengan keperluan, baik untuk kecepatan ataupun untuk menambah tenaga.
Pada transmisi manual synchronmesh 5 kecepatan, cara kerjanya antara lain :

Pada posisi netral
Pada posisi netral
Pada saat transmisi pada posisi netral, tenaga putar dari poros engkol yang masuk ke input transmisi tidak akan diteruskan ke output transmisi, karena pada saat posisi netral ini synchromesh dalam keadaan tidak terhubung  atau pada posisi bebas
Posisi 1
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 1 maka shift fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan berhubungan dengan gear tingkat 1. Saat transmisi pada posisi 1 maka putaran pada output transmisi akan lambat tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya sangat besar.
Posisi 2
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 2 maka shift fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan berhubungan dengan gear tingkat 2. Saat transmisi pada posisi 2 maka putaran pada output transmisi akan lebih cepat dibandingkan dengan posisi 1 tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya lebih kecil dibanding transmisi pada posisi 1.
Posisi 3
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 3 maka shift fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan berhubungan dengan gear tingkat 3. Saat transmisi pada posisi 3 maka putaran pada output transmisi akan lebih cepat dibandingkan dengan posisi 2 tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya lebih kecil dibanding transmisi pada posisi 2.
Posisi 4
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 4 maka shift fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan berhubungan dengan gear tingkat 4. Saat transmisi pada posisi 4 maka putaran pada output transmisi akan lebih cepat dibandingkan dengan posisi 3 tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya lebih kecil dibanding transmisi pada posisi 3.
Posisi 5
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi 5 maka shift fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan berhubungan dengan gear tingkat 5. Saat transmisi pada posisi 5 maka putaran pada output transmisi akan sangat cepat dibandingkan dengan posisi transmisi lainnya tetapi untuk momen yang dihasilkan pada output transmisinya akan sangat kecil dibanding transmisi pada posisi lainnya.
Posisi R (mundur)
Pada saat pengemudi menempatkan tuas transmisi pada posisi R maka shift fork akan menggeser synchromesh sehingga unit synchromesh akan berhubungan dengan gear mundur. Antara gear mundur dan gear counter mundur dipasangkan idler gear sehingga putaran dari poros output akan berlawanan arah dengan putaran dari poros input transmisi

Transmisi Manual Berdasarkan Perpindahan Giginya 

Transmisi merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Transmisi pada kendaraan terbagi menjadi dua tipe berdasarkan cara kerjanya yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.
Transmisi manual merupakan transmisi yang cara kerja perpindahan giginya dilakukan secara manual dan di dalam transmisi manual terdapat susunan roda-roda gigi yang bertujuan untuk mendapatkan variasi kecepatan dan momen pada poros ouput transmisi.
Transmisi terletak diantara kopling dan poros propeller (pada mobil tipe FR) atau antara kopling dan gardan/ differential (pada mobil tipe FF dan RR).
Fungsi transmisi pada umumnya, antara lain :
  • Untuk mengatur momen dan kecepatan kendaraan.
  • Untuk memungkinkan kendaraan dapat berjalan mundur.
  • Untuk memungkinkan kendaraan pada posisi netral.

Tipe-tipe atau macam-macam transmisi manual berdasarkan perpindahan giginya (selective gear) dibagi menjadi tiga macam yaitu transmis tipe sliding mesh, transmisi tipe constant mesh dan transmisi tipe synchronmesh.
Transmisi tipe sliding mesh
Tipe transmisi berdasarkan selective gearnya, yang pertama adalah transmisi tipe sliding mesh. Transmisi tipe sliding mesh merupakan transmisi manual yang cara kerja perpindahan giginya dengan cara menggeser langsung roda giginya.
Transmisi tipe sliding mesh memiliki beberapa kekurangan, antara lain :
  • Untuk melakukan perpindahan gigi tidak dapat dilakukan secara langsung atau memerlukan waktu untuk memindahkan gigi.
  • Hanya menggunakan satu jenis roda gigi.
  • Saat perpindahan gigi akan timbul suara kasar.
 Transmisi tipe sliding mesh dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Transmisi tipe sliding mesh ini hanya menggunakan jenis roda gigi lurus (spur), biasanya pada saat ini, tipe sliding mesh dipakai pada perpindahan gigi mundur. Saat perpindahan gigi dari maju mau ke mundur maka kendaraan harus pada posisi berhenti karena jika masih dalam keadaan bergerak, tipe sliding mesh ini akan susah dimasukkan.
Transmisi tipe constant mesh
Tipe transmisi berdasarkan selective gearnya, yang kedua adalah transmisi tipe constant mesh. Transmisi tipe constant mesh merupakan transmisi manual yang cara kerjanya yaitu saat perpindahan giginya memerlukan bantuan kopling geser karena pada tipe contant mesh ini posisi roda giginya tetap (tidak dapat bergeser).
Posisi antara main gear (roda gigi utama) selalu berhubungan dengan counter gear (roda gigi lawan). Main gear ini tidak berhubungan dengan poros output sehingga bila poros input berputar dan poros counter berputar maka akan menggerakkan roda gigi counter dan roda gigi utama namun poros output tidak akan berputar.
Untuk menghubungkan putaran roda gigi utama dan poros output maka memerlukan kopling geser. Kopling geser ini terhubung dengan garpu pemindah (shift fork) dan pada kopling geser ini terdapat spline (alur) untuk menghubungkan kopling geser dengan poros output sehingga jika kopling geser berputar maka poros output juga berputar.
Ketika tuas transmisi digeser maka garpu pemindah akan menggeser kopling geser sehingga kopling geser akan terhubung dengan roda gigi utama sehingga bila roda gigi utama berputar akan memutarkan kopling geser dan selanjutnya putaran tersebut disalurkan pada poros output.

Untuk lebih jelasnya tentang transmisi contant mesh, perhatikan gambar di bawah ini :
Transmisi tipe synchronmesh
Tipe transmisi berdasarkan selective gearnya yang ketiga adalah transmisi tipe synchronmesh. Transmisi tipe synchronmesh ini hampir sama dengan transmisi tipe constant mesh yaitu roda gigi utama dan roda gigi counter selalu berhubungan serta roda gigi utamanya tidak dapat bergeser. Dan sama-sama memerlukan kopling geser untuk melakukan perpindahan gigi.

Bedanya antara transmisi tipe constant mesh dan synchronmesh ini adalah pada tipe synchronmesh terdapat unit synchronmesh pada kopling gesernya yang berfungsi untuk menyamakan putaran antara kopling geser dan roda gigi utama ketika akan berhubungan dengan cara melakukan pengereman.

Bagian dan Fungsi Synchronmesh Pada Transmisi

Transmisi merupakan salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Transmisi pada kendaraan memiliki fungsi untuk mengatur kecepatan, mengatur momen memungkinkan kendaraan untuk mundur dan memungkinkan kendaraan pada posisi netral. 
Transmisi terdapat beberapa macam dan macam transmisi berdasarkan selective gear (perpindahan gigi) nya dibedakan menjadi tiga tipe transmisi yaitu transmisi tipe sliding mesh, transmisi tipe constant mesh dan transmisi tipe synchronmesh.
Synchronmesh pada tipe transmisi synchronmesh ini memiliki fungsi untuk meyamakan putaran roda gigi yang akan saling berhubungan dengan cara pengereman.
Sehingga pada transmisi yang menggunakan synchronmesh saat melakukan perpindahan gigi dapat berjalan dengan lebih halus tanpa terjadi hentakan.
Bagian-bagian dari synchronmesh dan fungsinya antara lain :
Clutch Hub
Clutch hub atau kopling penghubung berfungsi untuk meneruskan tenaga atau putaran dari clutch hub sleeve (kopling geser) ke poros output transmisi. Clutch hub terletetak pada spline (alur gigi) poros output transmisi atau poros utama dan terhubung langsung dengan poros output atau poros utama sehingga bila clutch hub berputar maka poros output juga berputar. Pada clutch hub ini juga terdapat 3 alur untuk pemasangan shifting key.
Clutch hub sleeve
Clutch hub sleeve atau kopling geser berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan tenaga atau putaran dari roda gigi kecepatan ke clutch hub. Clutch hub sleeve ini terletak pada spline (alur gigi) clutch hub dan juga terhubung dengan shift fork (garpu pemindah).
Shifting key
Shifting key atau batang pengunci synchronmesh berfungsi untuk mencegah terjadinya perpindahan gigi sebelum putaran antara gigi kecepatan dan clutch hub sama. Shifting key terletak pada alur clutch hub dan pada kedua ujung shifting key ini masuk ke dalam celah synchronizer ring.
Spring key
Spring key atau pegas pengunci berfungsi untuk memegang shifting key.
Synchronizer ring
Synchronizer ring atau cincin synchronmesh berfungsi untuk menyamakan putaran antara unit synchronmesh dengan roda gigi kecepatan dengan cara melakukan pengereman. Synchronizer ring terletak pada clutch hub dan konis (bagian yang berbentuk kerucut) roda gigi kecepatan.



Sistem Transmisi Kendaraan Ringan

1. Transmisi pada kendaraan terletak di belakang ...
a. Kopling
b. Poros propeller
c. Fly wheel
d. Differential
e. Poros axle


2. Salah satu fungsi transmisi pada kendaraan yaitu ...
a. Memungkinkan kendaraan untuk mundur
b. Mengurangi laju kendaraan
c. Untuk merubah arah putaran mesin sebesar 900
d. Memungkinkan kendaraan dalam posisi netral
e. Meneruskan putaran mesin ke differential


3. Tipe transmisi berdasarkan selective gearnya yaitu ...
a. Sliding mesh type, fluid type, CVT
b. Sliding mesh type, constant mesh type, synchronmesh type
c. Constant mesh type, synchronmesh type, CVT
d. Synchronmesh type, fluid type, sliding mesh
e. Electric type, fluid type, CVT


4. Tipe transmisi manual yang perpindahan giginya dilakukan dengan cara menggeser gigi percepatannya untuk berhubungan dengan gigi counter adalah ...
a. Transmisi tipe constant mesh
b. Transmisi tipe synchronmesh
c. Transmisi tipe sliding mesh
d. Transmisi CVT
e. Transmisi tipe fluid


5. Pada transmisi manual tipe 3 poros memiliki poros yang berjumlah 3 buah, poros tersebut yaitu ...
a. Poros input, poros counter, poros output
b. Poros input, poros mundur poros counter
c. Poros input, poros lawan, poros counter
d. Poros input, poros mundur, poros output
e. Poros counter, poros lawan, poros output


6. Perbandingan gigi atau gear ratio yang paling tinggi pada transmisi manual terdapat pada saat ...
a. Transmisi pada kecepatan gigi 1
b. Transmisi pada kecepatan gigi 2
c. Transmisi pada kecepatan gigi 3
d. Transmisi pada kecepatan gigi 4
e. Transmisi pada kecepatan gigi 5


7. Perbandingan gigi atau gear ratio yang paling kecil pada transmisi manual terdapat pada saat ...
a. Transmisi pada kecepatan gigi 1
b. Transmisi pada kecepatan gigi 2
c. Transmisi pada kecepatan gigi 3
d. Transmisi pada kecepatan gigi 4
e. Transmisi pada posisi mundur


8. Pada kendaraan tipe FR letak transmisi berada diantara ...
a. Kopling dan differential
b. Kopling dan axle shaft
c. Kopling dan propeller shaft
d. Propeller shaft dan differential
e. Engine dan kopling


9. Pada kendaraan tipe FF letak transmisi berada diantara ...
a. Kopling dan propeller shaft
b. Kopling dan differential
c. Engine dan kopling
d. Kopling dan axle shaft
e. Engine dan differential


10. Perbandingan gigi atau gear ratio dapat ditentutan dengan menggunakan rumus ...
a. Gigi yang diputar dibagi dengan gigi yang memutar
b. Gigi yang memutar dibagi dengan gigi yang diputar
c. Gigi kecepatan dibagi dengan gigi counter
d. Gigi pada poros input dibagi dengan gigi pada poros output
e. Gigi pada poros input dibagi dengan gigi pada poros counter


11. Ketika kendaraan membutuhkan momen yang paling besar maka gear ratio pada kendaraan harus pada posisi ...
a. Gear ratio paling kecil
b. Gear ratio yang paling besar
c. Gear ratio harus nilainya 1
d. Gear ratio harus memiliki nilai di bawah 1
e. gear ratio memiliki nilai 0


12. Perhatikan gambar di bawah ini :


Gear ratio pada gambar di atas menunjukkan kendaraan pada saat ...
a. Posisi kecepatan tinggi
b. Posisi kecepatan rendah
c. Posisi kendaraan maju
d. Posisi kendaraan mundur
e. Posisi kendaraan netral


13. Gear ratio pada gambar nomer 12 dapat dihitung dengan rumus
a. GR = A/B x E/C x D/E
b. GR = A/B x C/E x D/E
c. GR = B/A x E/C x D/E
d. GR = A/B x C/E x E/D
e. GR = B/a x E/C x E/D


14. Perhatikan gambar di bawah ini :


Gear ratio pada gambar di atas menunjukkan kendaraan pada posisi ...
a. Kendaraan saat berjalan maju
b. Kendaraan saat berjalan mundur
c. Kendaraan saat posisi netral
d. Kendaraan saat kecepatan tinggi
e. Kendaraan saat kecepatan rendah


15. Pada gambar nomer 14 diatas, gear ratio dapat dihitung dengan rumus ...
a. GR = A/B x C/D
b. GR = A/B x D/C
c. GR = B/A x C/D
d. GR = B/A x D/C
e. GR = D/C x A/B


16. Perhatikan gambar di bawah ini :


Pada gambar di atas, komponen yang ditunjukkan oleh huruf A adalah ...
a. Shifting key
b. Spring key
c. Clutch hub
d. Hub sleeve
e. Synchronizer ring


17. Perhatikan gambar di bawah ini :


Pada gambar di atas, komponen yang ditunjukkan oleh huruf D adalah ...
a. Shifting key
b. Spring key
c. Clutch hub
d. Hub sleeve
e. Synchronizer ring


18. Pada transmisi manual, untuk mencegah terjadinya gigi berpindah sendiri saat tuas pemindah tidak digerakkan digunakan ...
a. Mekanisme pencegah gigi loncat
b. Synchronmesh
c. Clutch hub sleeve
d. Idle gear
e. Fork


19. Perhatikan gambar di bawah ini :


Pada gambar di atas merupakan tipe mekanisme pemindah gigi ...
a. Remote control
b. Direct control
c. Shift type
d. Shift fork type
e. Select lever type


20. Perhatikan gambar di bawah ini :


Pada gambar di atas merupakan tipe mekanisme pemindah gigi ...
a. Remote control
b. Direct control
c. Shift type
d. Shift fork type
e. Select lever type


21. Untuk memungkinkan kendaraan dapat bergerak mundur maka pada perbandingan gigi saat mundur ditambahkan gigi ...
a. Gigi counter
b. Gigi kecepatan
c. Gigi idle
d. Gigi lawan
e. Gigi hypoid


22. Bentuk gigi pada gigi mundur yaitu ...
a. Gigi tipe worm
b. Gigi tipe spur
c. Gigi tipe hypoid
d. Gigi tipe helical
e. Gigi tipe pinion


23. Pada kendaraan tipe FR, poros output transmisi berhubungan dengan ...
a. Differential
b. Gardan
c. Poros propeller
d. Poros axle
e. Kopling


24. Perhatikan gambar di bawah ini :


Pada gambar diatas, transmisi ditunjukkan dengan huruf ...
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E


25. Komponen pada sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan momen kendaraan yaitu ...
a. Kopling
b. Transmisi
c. Poros propeller
d. Poros axle
e. Differential


26. Perhatikan gambar di bawah ini :


Gambar di atas menunjukkan pemeriksaan ...
a. Pemeriksaan kondisi dog teetch
b. Pemeriksaan kondisi konis
c. Pemeriksaan celah synchronizer ring dengan konis
d. Pemeriksaan celah dog teetch
e. Pemeriksaan celah clutch hub dengan konis


27. Perhatikan gambar di bawah ini :


Pada gambar di atas menunjukkan pemeriksaan ...
a. Pengereman synchronizer ring
b. Keausan dog teetch
c. Kondisi gear
d. Kondisi clutch hub
e. Keausan shifting key


28. Tipe transmisi manual yang dalam melakukan perpindahan giginya dengan cara melakukan pengereman dahulu untuk menyamakan putaran terdapat pada ...
a. Transmisi tipe sliding mesh
b. Transmisi tipe synchronmesh
c. Transmisi tipe constant mesh
d. Transmisi CVT
e. Transmisi tipe fluid


29. Oli pelumas yang digunakan pada transmisi manual pada umumnya memiliki nilai SAE ...
a. 10
b. 20
c. 30
d. 40
e. 90


30. Jika oli pelumas yang digunakan untuk melumasi bagian transmisi terlalu encer maka akibatnya adalah ...
a. Transmisi menjadi ringan
b. Gigi transmisi dapat rusak
c. Suara yang ditimbulkan menjadi halus
d. Transmisi akan mendapatkan pendinginan yang maksimal
e. Perpindahan gigi transmisi menjadi mudah