Wiring 4

KELISTRIKAN OTOMOTIF

1.Mengenali Sistem Pengapian Mobil        (Konvensional)

Mengenali Sistem Pengapian Mobil – kita ketahui sistem pengapian pada mobil sangatlah penting, ini karena untuk mobil bisa hidup untuk pembakaran yang akhirnya menimbulkan tenaga dan gerak ini tidak lain yang mempunyai peranan penting tidak lain yaitu sistem pengisian; jadi sistem pengapian yaitu untuk membangkitkan bunga api pada busi ketika piston mencapai titik mati atas yang akhinya terjadi pembakaran yang menghasilkan gerak dan tenaga….



Berikut kompunen sistem pengapian dan fungsi nya;
– Batere / acu
batere ini berfungsi ; sebagai penyimpan arus yang arus nanti di gunakan untuk kebutuhan sarana dari sistem pengapian dari mobil tersebut
– Kunci kontak
kunci kontak ini berfungsi sebagai penghubung dan pemutus sumber arus dari batere/ acu ke kompunen instalasi kelisterikan dari mobil tersebut

– Koil
Koil ini mempunyai peranan yaitu mengubah arus dari batere/acu yaitu 12v menjadi 12000v yang di gunakan untuk pengapian

– Condensor/ condensator
condensor ini mempunyai fungsi untuk menampung muatan arus dan untuk mengurangi terjadinya percikan di platina

– Platina
platina ini mempunyai fungsi yaitu untuk memutus dan menghubungkan arus dari kunci kontak distributor / delco yang nanti arus nya akan di bagikan menuju busi sesuai urutan nya

– Distributor/ delco dan Cop delco
distributor / delco ini berfungsi sebagai tempat platina/ CDI , dan sebagai pembagi arus platina/CDI menuju busi yang sesuai urutan nya yaitu 1,3,4,2 ini mobil yang 4 cylinder

– Kabel busi / kabel tegangan tinggi
kabel busi ini berfungsi yaitu untuk penghantar acus tegangan tinggi yang berasal dari koil menuju delco kemudian di bagikan ke busi

– Busi
busi ini berperan untuk sebagai percikan arus yang di gunakan untuk pembakaran bahan bakardi cylinder untuk menjadikan pembakaran menjadi tenaga dan gerak piston

Berikut gambar nya  Sistem Pengapian Mobil

2. SISTEM STARTER (STARTING SYSTEM)

Di zaman modern ini dapat kita bayangkan jika suatu mobil mogok di tengah jalan terutama di kota-kota besar yang padat dengan kendaraan sperti Jakarta yang begitu padat dengan kendaraan, kondisi macet pula. Mobil dimana untuk menghidupkan mesin  masih menggunakan sIstem manual betapa repotnya, mending kalau mesin langsung hidup ketika dihidupkan nah ini udah beberapa kali diengkol gak hidup-hidup mungkin jadi sasaran teriakan orang dibelakangnya.
Nah..! untuk memudahkan mesin mobil dihidupkan sekarang seluruh produsen mobil sudah dilengkapi dengan sistem starter jenis elektrik. Cukup hanya dengan memutar kunci kontak atau menekan tombol, mesin sudah dapat hidup, bahkan ada yang lebih canggih lagi yang menggunakan remote control.
Fungsi dari system starter ini adalah untuk menghidupkan putaran awal mesin yang menghasilkan putaran rendah. (untuk memutarkan fly wheel pertama kali sehingga mesin dapat hidup).
Kalau orang awam bilangnya untuk menghidupkan mesin.
Dengan menggunakan system starter elektrik  maka akan lebih mudah dan efisien daripada menggunakan tenaga manual (tenaga manusia).
Prinsip kerja system starter elektrik ini adalah merubah energy listrik menjadi energy gerak/putar.

Gambar rangkaian system starter.
Cara kerja system starter sebagai berikut :
Pada saat kunci kontak diputar ke posisi star “ST” arus lisrik akan mengalir dari terminal positif batre ke terminal B kunci kontak, lalu diteruskan ke terminal ST. selanjutnya listrik dari terminal ST tadi masuk ke terminal 50 yang terdapat pada switch magnet (solenoid) dan dilain pihak listrik dari terminal positif batere masuk ke terminal 30 switch magnet (solenoid) yang menyebabkan plunyer pada solenoid mendorong garfu pendorong sehingga pinion gear pada motor starter terdorong ke depan dan berkaitan dengan gigi fly wheel, maka hiduplah mesin.
KOMPONEN RANGKAIAN SISTEM STARTER

Bagian-bagian system starter terdiri dari :
  1. Baterai
  2. Sekring
  3. Kunci kontak
  4. Rellay jika digunakan
  5. Motor starter
 MOTOR STARTER
Ada 3 jenis Motor starter, yaitu
  1. Motor starter jenis Planetary
  2. Motor starter jenis Reduksi
  3. Motor starter jenis Konvensional
Motor Starter terdiri atas beberapa bagian yang memungkinkan bekerja untuk mengubah energi listrik DC dari baterai menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak putar untuk memutarkan fly wheel, sehingga mesin hidup.
Bagian-bagian komponen motor starter adalah sebagai berikut :

1. Driving end frame
2. Pinion gear
3. Starter clutch
4. Shift lever
5. core
6. Switch magnet (selenoid)
7. Armature
8. Yoke nad field coil
9. Brush
10. Brush holder
11. End frame
12. Bolt

Yoke dan Field coil
Yoke berfungsi sebagai penompang dari core berbentuk silinder yang terbuat dari logam.
Field Coil adalah Kumparan medan atau field coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
Armature 
 
Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi mekanik, dalam bentuk gerak putar.
Brush dan Brush holder 

Brush (Sikat) berfungsi untuk meneruskan arus dari field coil ke armature coil dan langsung ke massa melalui komutator.
Shift Lever Atau tuas penggerak
Shift leverberfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.
Starter Clutch dan Pinion gear
 
Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.
Pinion gear berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari starter clutch ke roda penerus atau ring gear.
Magnetic Switch

Switch atau sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.
Terminal – terminal yang ada pada saklar starter :
  • Terminal B (30)          : Mendapatkan arus langsung dari positif baterai (30)
  • Terminal C                 : Menghubungkan/mengalirkan arus dari terminal B ke kumparan medan (field coil)
  • Terminal (50)       : Mendapatkan arus dari terminal ST kunci kontak dan meneruskanya ke pull in coil (PIC) dan hold in coil (HIC) melalui plat kontak.
Pemeriksaan dan Pengukuran Komponen Motor Starter.
1.Kumparan Armatureaa
a.Pemeriksaan hubungan putus (terbuka)

Dengan menggunakan multitester(posisikan selector pada tanda Ohm). Hubungkan masing-masing segmen komutator.
>  Jika jarum multi bergerak berarti kondisi kumparan dalam keadaan baik, tidak ada yang putus.
>  Jika diam berarti putus.
 b. Pemeriksaan hubungan massa
 
Hubgkan masing-masing segmen komutator dengan bodi armature.
> Jika Jarum multi diam berarti kawat kumparan baik, tidak ada yang korslet(tidak terkelupas).
> Jika jarum multi bergerak baerati korslet (terjadi hubungan singkat).
2.     Kumparan Medan (Field coil)
a. Pemeriksaan hubungan putus (terbuka) 

Hubungkan Ujung kawat field coil (ujung yang tersambung ke sikat) dengan ujung yang di ddisebrangnya.
>  Jika jarum multi bergerak berate baik (tidak putus).
>  Jika diam berarti putus.
b. Pemeriksaan hubungan massa 

Hubungkan ujung kawat (sikat) positif dengan bodi
>  Jika jarum multi diam berarti baik (tidak yang korslet).
>  Jika bergerak berarti terjadi korslet (kawat menempel ke bodi)
  1. Pengukuran Panjang Sikat (Brush)
Setiap Motor starter panjang sikatnya berbeda tergantung tipenye. Untuk lebih baiknya hasil pengukuran panjang sikat disesuaikan dengan standar masing-masing tipe motor starter.
Pengukuran panjang sikat dapat digunakan jangka sorong (vernier caliper). Jika hasil pengukuran masih sesuai dengan limit standar dan masih kondisi baik , sikat tidak perlu diganti.
  1. Pada pemeriksaan dudukan sikat (isolasi)

Dengan menggunakan multi tester, hubungkan dudukan sikat  dengan plat besinya. Sebaiknya tidak ada hubungan, tapi jika ada hubungan maka dudukan sikat harus diganti.
  1. Pemeriksaan Starter Clutch dan Pinion Gear
           

Lakukan pemeriksaan starter cluch dengan cara diputar. Jika starter clutch diputar ke kiri dan ke kanan, tidak berputar longgar/loncer, maka starter cutch dalam keadaan baik. Dan periksa juga kondisi gigi pinion gearnya.
Gejala kerusakan pada sistem starter
1. Pada saat kunci kontak di posisikan star, starter hanya timbul bunyi cklek atau putaran motor satrter lambat.
Penyebab kerusakan yang terjadi :
a. Batere tekor/soak
b. Kotor pada sambungan terutama pada terminal batere baik positif maupun negatif
c. Kunci kontak kotor
d. Sikat sudah pendek/aus
2. Pada saat kunci kontak di posisikan star, motor starter sama sekali tidak hidup.
Penyebab kerusakan yang terjadi :
a. Batere Habis
b. sekring putus
c. Sambungan kabel ada yang lepas/kendor
d. Armature terbakar
e. Field coil putus/rusak
f. Sikat habis di bawah limit standar

3. SISTEM PENGISIAN (CHARGING SYSTEM) PADA MOBIL

Sistem pengisian merupakan bagian dari sistem kelistrikan yang terdapat pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor, dimana sistem pengisian ini mensuply kebutuhan listrik pada kendaraan. Seperti di ketahui bahwa pada sebuah kendaraan terdapat sebuah komponen yang berfungsi menyimpan arus listrik yaitu battery. tapi apa jadinya apabila battery tu kehabisan listrik karena terpakai untuk kepeluan kendaraan, apakah kita harus mengganti batere setiap battery kehabisan listrik? tentu tidak oleh karena itu di perlukan sebuah sistem untuk mengisi kembali battery di saat battery telah lemah atau kosong. Dan sistem ini di sebut sistem pengisian (Charging Syste).
Sistem pengisian berfungsi untuk :
  1. Mengisi arus listrik ke battery
  2. Mensuplai arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan  setelah mesin hidup
Ada dua type sistem pengisian :
  1. Generator yang berfungsi untuk menghasilkan arus searah (Direct Current) digunakan awal tahun 60-an.
  2. Alternator yang berfungsi untuk menghasilkan arus bolak-balik (Alternating Current).
Alasan penggunaan alternator :
  1. Konstruksi lebih kecil dan tahan lama.
  2. Mampu menghasilkan arus output saat kecepatan idle.
Bagian-bagian :


  1. Ignition switch (kunci kontak)
  2. Battery
  3. Alternator
  4. Voltage regulator
PRINSIP DASAR
HUKUM FARADAY

Hukum Faraday berbunyi :
Bila sebuah konduktor digerakkan di dalam medan magnet, maka akan tim-bul arus induksi pada konduktor terse-but.
HUKUM TANGAN KANAN FLEMING

Apabila sebuah penghantar bergerak keluar memotong garis gaya magnet, maka gaya gerak listrik akan mengalir dari kanan ke kiri.
Arah gaya gerak listrik dapat diketahui dengan menggunakan hukum tangan kanan fleming dimana, jari telunjuk menunjukkan arah fluksi magnet, ibu jari menunjukkan arah gerakan konduktor, dan jari tengah menunjukkan arah arus induksi.

BESARNYA GAYA GERAK LISTRIK
Bila perubahan medan magnet berlangsung dengan cepat maka gaya gerak listrik yang dibangkitkan pada kumparan akan semakin besar
Hubungan ini dapat dinyatakan dengan rumus :
E  =  N x d 
dt
E    =  Gaya gerak listrik yang dibangkitkan                                      
N    =  Jumlah gulung
d  =  Perubahan flux magnet
dt   =  Waktu

PRINSIP GENERATOR

Generator membangkitkan arus listrik dengan cara memutarkan kumparan di dalam medan mag-net.
PRINSIP ALTERNATOR

Magnet Berputar Dalam Kumparan
Alternator membangkitkan arus listrik dengan cara memutarkan magnet listrik (rotor coil) didalam kumparan (stator coil).
Pembangkitan Arus Bolak-balik  (Alternating Current)

Saat magnet berputar di dalam kum-paran maka akan timbul arus bolak-balik pada kumparan.
Hubungan antara arus yang dibangkit-kan dengan posisi magnet adalah :
–          Pada 0° dan 180° arus yang di-bangkitkan adalah nol
–          Pada 90° arus yang dibangkitkan adalah maksimum positif
–          Pada 270° arus yang dibangkitkan adalah maksimum negatif
Arus Bolak-balik 3 Phase

Pada alternator terdapat 3 kumparan yang berjarak masing-masing 120°
Pada saat alternator berputar pada masing-masing kumparan akan timbul arus bolak-balik Ini berarti alternator membangkitkan arus bolak-balik 3 phase.
Cara penyambungan 3 phase
  1. Hubungan “Y” (Star/Bintang)

Ujung dari tiap-tiap kumparan dihu-bungkan menjadi satu, dimana sam-bungan / titik tengah kumparan itu di-sebut titik netral (netral point)
  1. Hubungan Delta

Ujung dari tiap-tiap kumparan dihu-bungkan ke awal dari kumparan lain. Ini berarti ketiga kumparan dihubung-kan secara seri
Karakteristik dari kedua hubungan tersebut adalah :

                Hubungan

Tegangan Arus
  “Y” (Star)             Eí3              I
Delta             E Ií3

Saat ini alternator menggunakan hubungan “Y” dengan alasan :
  • Penghubungan kumparan sederhana
  • Tegangan output lebih besar
  • Mempunyai titik netral yang dapat digunakan
  • Meskipun kurang baik saat arus output maksimum, tetapi pada putaran rendah lebih baik
Penyearahan

Kelistrikan mobil membutuhkan arus searah, oleh karena itu arus yang di-hasilkan oleh alternator tidak dapat langsung digunakan. Untuk itu diperlu-kan proses penyearahan yang berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC), dimana proses penyearahan ini menggu-nakan dioda Pada alternator menggunakan dioda sebanyak 6,8,9,11.
Pada diagram (a) tegangan di-bangkitkan diantara phase 1 & 2. Arus mengalir melalui dioda 1 la-lu ke beban dan kembali melalui dioda 5. Pada langkah selanjutnya arus yang dibangkitkan pada tiap-tiap kumparan arahnya berubah, te-tapi arus yang ke beban selalu mengalir dengan arah yangsama.
GELOMBANG OUTPUT SETELAH PENYEARAHAN

Terminal dimana arus yang ke-luar sudah disearahkan disebut terminal B (Battery). Dan terminal dimana arus kembali disebut terminal E (earth). Tegangan antara terminal N (titik netral) dan E adalah ½ dari tegangan terminal B.  Gelombang output sesudah penyearahan digambarkan pada grafik ©.
KONSTRUKSI ALTERNATOR


Alternator berfungsi untuk merubah energi mekanik menjadi energi listrik.

  1. Pulley
  2. Cooling fan
  3. Drive end frame
  4. Stator core
  5. Stator coil
  6. Brush (sikat)
  7. Brush holder
  8. Rectifier
  9. Rear end frame
  10. Rotor coil
  11. Rotor core
  1. ROTOR

Rotor berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
Rotor terdiri dari :
  1. Rotor coil
  2. Rotor core
  3. Slip ring
  4. Rotor shaft
  1. STATOR

Stator berfungsi untuk membangkit-kan arus listrik bolak-balik.

Stator terdiri dari :
  1. Stator coil
  2. Stator core
  1. PULLEY

Pulley berfungsi untuk menerima te-naga mekanis dari mesin untuk me-mutarkan rotor.
Rasio pulley alternator terhadap pulley mesin adalah 1,8 – 2,2 : 1.
  1. END FRAME

End frame berfungsi untuk pemegang bagian-bagian alternator. Pada end frame terdapat lubang venti-lasi untuk tempat mengalirnya udara pendingin.
  1. RECTIFIER

Rectifier berfungsi untuk merubah arus AC menjadi arus DC. Rectifier terdiri dari 3 dioda positif, 3 dioda negatif, dan diode holder. Diode holder berfungsi untuk mera-diasikan panas dan mencegah dioda panas.
REGULATOR

Tegangan yang dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan banyaknya beban. Untuk itulah digunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan out-put alternator tetap konstan.
REGULATOR TIPE KONTAK POINT

Regulator tipe kontak point terdiri dari :
  • Voltage regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alter-nator tetap      konstan.
  • Voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan meng-hubungkan arus ke voltage regulator.
Cara Kerja
Kecepatan Rendah ke Sedang

Saat kecepatan rendah arus yang dihasilkan alternator masih kecil sehingga yang mengalir ke voltage regulator juga masih ke-cil, sehingga kemagnetan pada voltage regulator (M) belum mampu menarik P0. Arus yang mengalir ke rotor coil (F) melalui P1 > P0
Saat kecepatan mesin naik arus yang dihasilkan alternator juga naik, se-hingga yang mengalir ke voltage regulator juga naik, sehingga kemag-netan pada voltage regulator (M) sudah mampu menarik P0 lepas dari P1. Arus yang mengalir ke rotor coil (F) melalui tahanan (R), sehingga arus yang dihasilkan alternator menjadi turun dan menyebabkan kemagnetan pada voltage regulator (M)turun dan P0 kembali berhubungan dengan P1.
Kecepatan Sedang ke Tinggi

Saat kecepatan sedang, posisi P0 adalah mengambang. Dengan naiknya putaran maka arus yang dihasilkan alternator  besar, se-hingga arus yang mengalir ke voltage regulator  besar, dan kemagnetan pa-da voltage regulator mampu menarik P0  berhubungan dengan P2. Arus yang mengalir ke rotor coil (F) menjadi terputus.
SISTEM PENGISIAN DENGAN REGULATOR TIPE KONTAK POINT

Sistem pengisian dengan regulator tipe kontak point terdiri dari :
  1. Kunci kontak            5.  Socket Voltage regulator
  2. Fuse (sekering)             6.  Alternator
  3. CHG lamp                                    7.  Terminal B
  4. Voltage regulator             8.  Fusible link
CARA KERJA
Kunci kontak “ON” mesin belum berputar

Saat kunci kontak “ON” mesin belum berputar pada stator coil belum ada tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
Battery – KS – fuse – IG regulator – a – P1 – F regulator – F alternator – rotor coil – E alternator – massa. (arus field) 
Rotor coil menjadi magnet.
Battery – KS – charge lamp – L regulator – P2 – c – E regulator – massa. (arus lampu charge).Lampu charge menyala
Mesin Hidup Putaran Rendah

Saat mesin hidup dengan putaran rendah pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
 N alternator – N regulator – C2 (voltage relay) – E regulator – massa.(tegangan netral) 
  • Voltage relay menjadi magnet menarik P2 berhubungan dengan d, sehingga menyebabkan charge lamp mati  (tidak ada beda potensial) 
B alternator – B regulator – d – P2 – C1 (voltage regulator) – E regulator – massa. (tegangan output)   
  • Voltage regulator menjadi magnet tetapi belum mampu menarik P1
B alternator – KS – fuse – IG regulator – a – P1 – F regulator – F alternator – rotor coil – E alternator – massa. (arus field)
  • Rotor coil menjadi magnet
B alternator – beban – massa (arus output)
Mesin Hidup Putaran Sedang

Saat mesin hidup dengan putaran sedang pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
N alternator – N regulator – C2 (voltage relay) – E regulator – massa. (tegangan netral) 
  • Voltage relay menjadi magnet menarik P2 berhubungan dengan d, sehingga menyebabkan charge lamp mati  (tidak ada beda potensial) 
B alternator – B regulator – d – P2 – C1 (voltage regulator) – E regulator – massa. (tegangan output)   
  • Voltage regulator menjadi magnet menarik P1 lepas dari a tetapi tidak berhubungan dengan b.
B alternator – KS – fuse – IG regulator – tahanan – F regulator – F  alternator – rotor coil – E alternator – massa. (arus field)
  • Rotor coil menjadi magnet (kecil).
B alternator — beban – massa (arus output)
Mesin Hidup Putaran Tinggi

Saat mesin hidup dengan putaran tinggi pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
 N alternator – N regulator – C2 (voltage relay) – E regulator – massa.(tegangan netral)   

  • Voltage relay menjadi magnet menarik P2 berhubungan dengan d, sehingga menyebabkan charge lamp mati  (tidak ada beda potensial) 
B alternator – B regulator – d – P2 – C1 (voltage regulator) – E regulator – massa. (tegangan output) 
  • Voltage regulator menjadi magnet menarik P1 berhubungan dgn b.
B alternator – KS – fuse – IG regulator – tahanan – P1 – b – E regulator – massa. (tidak ada arus field)
  • Rotor coil tidak menjadi magnet.
B alternator – beban – massa (arus output)
ALTERNATOR DENGAN IC REGULATOR
Dibandingkan dengan alternator yang memakai regulator tipe kontak point, al-ternator dengan IC regulator mempunyai keuntungan :
  • Tahan terhadap getaran dan tahan lama
  • Tegangan output lebih stabil
  • Tahanan kumparan rotor lebih kecil sehingga arus dapat diperbesar.
KONSTRUKSI

Alternator dengan IC regulator (small alternator) terdiri dari :

  1. Front end frame                        8.   Brush (sikat)
  2. Rear end frame                      9.   Slip ring
  3. Stator         10. Rectifier
  4. Terminal B                            11. Rear end cover
  5. Konektor            12. Rotor
  6. IC regulator                             13. Bearing
  7. Brush spring                          14. Pulley
 Rotor

Pada beberapa jenis alternator, rotor ada yang dijadikan satu dengan fan, sehingga memungkinkan ukuran alter-nator menjadi lebih kompak.
Rectifier

Rectifier pada alternator dengan IC re-gulator mempunyai konstruksi yang lebih kompak (kecil)dibanding deng-an alternator dengan regulator tipe kontak point.
IC Regulator

IC regulator berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan.
IC REGULATOR
IC regulator mempunyai keuntungan :
  • Waktu pengaturan tegangan lebih pendek
  • Lebih tahan terhadap getaran
  • Ukurannya lebih kecil (disatukan dengan alternator).
Dan mempunyai kerugian :
  • Harganya mahal
  • Kurang tahan terhadap tegangan dan panas yang tinggi.
Ada dua cara pemasangan IC regulator :
  1. Add on : IC regulator dipasang di luar alternator.
  2. Built in : IC regulator dipasang di dalam alternator
Prinsip Kerja IC Regulator
  • Saat Tegangan Output Pada Terminal B Rendah

Tegangan output belum dapat melewati ZD, sehingga Tr2 “Off”.Tegangan output mengalir ke ba-se Tr1 melalui resistor R1 dan Tr1 “On”. Arus yang mengalir ke rotor coil melalui B – rotor coil – F – Tr1(On) – E (massa).
  • Saat Tegangan Output Pada Terminal B Tinggi

Tegangan output sudah dapat melewati ZD, sehingga Tr2 “On” dan Tr1 “Off”. Dan arus yang ke rotor coil terputus.
Tipe IC Regulator
  • IC Regulator Tipe A

Cara pemasangan IC regulator ke alternator adalah add on.
Jenis IC regulator ini sekarang sudah tidak digunakan lagi.
  • C Regulator Tipe B

Cara pemasangan IC regulator ke alternator adalah built in.
Jenis IC regulator ini digunakan pada semua kendaraan Isuzu yang menggunakan alternator dengan IC regulator.
CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR TIPE B
Kunci Kontak “ON” Mesin Belum Berputar

Saat kunci kontak “ON” mesin belum berputar pada stator coil belum ada tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
  1. Battery – fuse – S alternator – S IC regulator – BIC – BAT alternator – B IC regulator – BIC                    
  • BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan battery kurang dari 14,7 volt.
  1. Battery – fuse – starter switch – IG alternator – dioda – R IC regulator – tahanan – L IC regulator – rotor coil – F IC regulator – Tr “ON” – E (massa).
  • Kemagnetan pada rotor coil kecil sekali.
  1. Battery – fuse – starter switch – IG alternator – dioda – R IC regulator – tahanan – L IC regulator – L alternator – kumparan charge relay- ZD “OFF”.
  • Kumparan charge relay tidak menjadi magnet.
  1. Battery – fuse – starter switch – charge light – plat kontak CHG relay – massa.
  • Charge light menyala.
Mesin Hidup Tegangan Output Di Bawah Standar (<14,7 Volt) 

Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
  1. Stator coil – dioda – BAT alternator – S alternator – S IC reg – BIC – B IC regulator – BIC
  • BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan output ku-rang dari 14,7 volt.
  1. Stator coil – field dioda – rotor coil – F IC regulator – Tr “ON” – E IC regulator – E alternator – massa.
  • Rotor coil menjadi magnet.
  1. Stator coil – field dioda – L alternator – kumparan charge relay – ZD ”ON” – massa
  • Kumparan charge relay menjadi magnet menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.
Mesin Hidup Tegangan Output Di Atas Standar (¦14,7 Volt)

Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
  1. Stator coil – dioda – BAT alternator – S alternator – S IC reg – BIC- B IC regulator – BIC
  • BIC meng”OFF”kan transistor karena mendeteksi tegangan output lebih dari 14,7 volt.
  1. Stator coil – field dioda – rotor coil – F IC regulator – Tr “OFF”
  • Rotor coil tidak menjadi magnet.
  1. Stator coil – field dioda – L alternator – kumparan charge relay – ZD ”ON” – massa
  • Kumparan charge relay menjadi magnet menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.
IC Regulator Tipe M

Cara pemasangan IC regulator ke alternator adalah built in.
Jenis IC regulator ini digunakan pada kendaraan sedan.
CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR TIPE M
Kunci Kontak ON Mesin Belum Berputar

MIC mendeteksi tegangan battery melalui terminal IG dan akan menghidupkan Tr1.
  • Rotor coil menjadi magnet
(Tr1 akan ON dan OFF secara bergantian agar arus yang ke rotor minimum ! 0,17 A)
Belum ada listrik yang dibangkitkan alternator. Tegangan pada terminal P IC regulator 0 volt dideteksi oleh MIC yang mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan Tr3.
  • Lampu CHG menyala
Mesin Hidup Tegangan Di Bawah Standar

Mesin hidup dan alternator membangkitkan listrik.
Tr1 akan diaktifkan oleh MIC dari kondisi ON – OFF menjadi ON terus-menerus. Ia juga akan mematikan Tr3 dan menyalakan Tr2 sehingga lampu CHG mati.
Mesin Hidup Tegangan Mencapai Tegangan Standar
Tr1 tetap pada posisi ON tegangan pada terminal B meningkat sesuai dengan naiknya putaran mesin. Saat tegangan mencapai 14,5 ! 0,1 volt rangkaian MIC akan mendeteksinya dan mematikan Tr1 sehingga arus pada rotor coil terputus.
Akibatnya tegangan pada terminal B akan drop, dan MIC akan menghidup-kan Tr1 lagi dan arus pada rotor coil meningkat dan tegangan di terminal B akan naik. Dengan proses ini maka tegangan di B dapat dipertahankan pada nilai konstan.
Kumparan Rotor Coil Putus

Bila karena sesuatu hal hubungan ke kumparan rotor putus ketika alternator berputar, tegangan pada terminal P IC regulator adalah 0 volt. Rangkaian MIC akan mendeteksi serta mematikan Tr2dan menyalakan Tr3 sehingga lampu CHG akan menyala.
Hubungan Ke Terminal S Putus

Bila terminal S terlepas / terputus saat alternator sedang berputar, rangkai-an MIC akan mendeteksi tidak ada input pada terminal S dan mematikan Tr2 dan menyalakan Tr3 sehingga lampu CHG akan menyala untuk mempe-ringatkan adanya ketidak-normalan.
Hubungan Ke terminal B Putus

Bila terminal B terlepas / terputus saat alternator sedang berputar, tegangan pada battery akanturun perlahan-lahan (tegangan pada terminal S) karena pengisian battery terhenti.
Pada saat tegangan pada terminal S melebihi 13 volt rangkaian MIC akan mendeteksinya dan menyalakan Tr3 serta mematikan Tr2 sehingga lampu CHG akan menyala.
ALTERNATOR DENGAN DIODA NETRAL (NEUTRAL POINT DIODA)

Tegangan rata-rata pada titik netral adalah ½ terminal B. Tegangan ini digunakan untuk mengak-tifkan lampu CHG.
Untuk meningkatkan output alternator ada beberapa metoda :
  • Memperbesar ukuran.
  • Merubah hubungan stator ke Y.
  • Menambah netral point dioda.
Penambahan netral point dioda akan meningkatkan out put sebesar 10 – 15%
Cara Kerja
tegangan pada titik netral bukan hanya DC tetapi juga AC. Tegangan AC timbul di N sebagai hasil dari tegangan harmonik ketiga yang diinduksikan pada tiap phase oleh aliran output dan tepat pada phase yang sama. Jadi tegangan pada titik netral lebih tinggi atau lebih rendah dari tegangan output, arus akan mengalir melalui dioda yang dipasang antara titik netral serta terminal output.
  • Tegangan Titik Netral Melebihi 14 Volt

  • Tegangan Titik Netral Turun Di Bawah 0 Volt