Motor 2

Macam Macam Chassis Motor


Rangka sepeda motor atau sering juga disebut juga dengan chassis sepeda motor adalah bagian yang paling dasar dari sepeda motor yang berfungsi mendukung mesin, transmisi, suspensi, dan sebagainya, serta untuk menjaga stabilitas pengendara dan kenyamanan. Karena itulah, kerangka yang baik harus ringan tapi kuat dan mampu menahan getaran atau goncangan yang berasal dari permukaan jalan.
Kekuatan rangka sangat bergantung pada bentuk dan konstruksinya. Bentuknya pun disesuakan dengan jenis kegunaan sepeda motor. Oleh sebab itu, jenis rangka yang digunakan bermacam-macam. Misalnya, rangka yang digunakan pada sepeda motor tidak akan sama dengan motor sport atau keperluan sehari-hari.
Tipe rangka pipa: rangka yang dibuat daripipa baja dari berbagai diametr pada seluruh bagian rangka yang di las secara langsung atau dihubungkan dengan mur dan baut. Rangka sebagai satu kesatuan adalah kaku dan kuat, tetapi masing-masing komponen pipa mempunyai suatu elastisitas sehingga benturan-benturan akibat keadaan jalan sebagian sudah diredam oleh komponen rangka pipa yang bersangkutan, sisanya oleh suspensi depan dan belakang. Terdapat empat macam rangka pipa, yaitu diamond, single cradle, double cradle, semi double cradle.
Keuntungan dari rangka pipa ini adalah memiliki kostruksi yang sangat kokoh dan simpel, sehingga chassis tipe ini kebanyakan diaplikasikan untuk motor yang memiliki kapasitas mesin besar seperti harley davidson, kecepatan tinggi seperti yamaha fz16, serta motor yang diciptakan untuk melibas medan yang sangat ekstrim sperti motor yamaha yz400f.
Selain motor-motor berkapasitas mesin besar, berkecepatan tinggi, serta dapat, melewati medan-medan ekstrim. Jenis rangka pipa ini juga digunakan pada motor klasik seperti motor zundapp dan honda cb 450. Kelemahan dari rangka pipa ini adalah memiliki bobot yang sangat berat bila dibandingkan dengan rangka jenis lain.

1. Jembatan tunggal (single cradle)
Rangka single cradle adalah rangka sepeda motor awal dan memiliki bentuk yang paling sederhana. Pada rangka tipe ini mesin dikelilingi oleh ppa logam. Pipa utama yang terletak di atas umunya memiliki ukuran yang lebih besar bila dibandingkan dengan pipa lainnya. Jenis motor yang banyak memakai chassis ini adalah motor klasik seperti zundapp. Motor besar juga banyak yang memakai rangka ini.

2. Double cradle
Rangka jenis ini merupakan pengembangan dari dari rangka single cradle dengan modifikasi pada penambahan jumlah pipa penyangga mesin. Rangka jenis ini diyakini lebih kaku, lebih kuat, da lebih ringan dibandingkan dengan rangka single frame karena pemakaian pipa berdiameter lebih kecil. Walaupun sekarang banyak tergantikan oleh jenis rangka perimeter, rangka double cradle banyak di pakai pada sepeda motor harian.

3. Diamond
Chassis jenis ini bertulang bawah di motor baru sebenarnya pengembangan dari chassis underbone murni. Baik ynag gabungan pipa pelat atau pipa murni. Agar lebih kokoh, setelah ceter bone dibuatkan lagi pipa berbentuk segitiga. Frame diamond juga diaplikasikan pada motor bertulang alias back bone.

4. Semi double cradle frame
Chassis ini biasa digunakan oleh motor-motor pembelah medan ekstrim atau motor cross. Chassis jenis ini sengaja di desain dengan tingkat kekokohan yang sangat tinggi karena, jenis motor cross pasti melewati medan ekstrim. Selain itu chassis jenis ini juga sangat mudah bermanufer dalam berkendara, sehingga dapat memudahkan pengendaranya.

5.Backbone frame
Rangka backbone terdiri dari pipa utama tunggal yang menjadi tempat mesin menggantung. Rangka ini cukup sederhana dan ekonomis. Biasanya para perancang juga menambah batang pipa dibagian depan yang mengarah kebawah untuk membantu menyangga mesin.

6.Monocoque frame
Rangka monocoque atau rangka monokok bisa dibilang rangka multi fungsi. Selain menjalankan fungsi rangka pada umumnya, rangka monocoque bisa berfungsi sebagai tangki bahan bakar

7.Perimeter frame
Rangka perimeter ini paling banyak digunakan pada motor sport modern. Ada yang menyebut rangka jenis ini sebagai twin spar frame atau juga twin tube. Konsep dasar desain rangka perimeter adalah memperpendek jarak antara setang setir dan lengan ayun, dengan tujuan agar segala macam efek-efek mekanika bahan pembuat rangka seperti elastisitas serta getaran akibat raungan mesin yang sedang dipacu dapat diminimalisasi sehingga dapat menambah ke kakuan (rigidity) sepeda motor.

8.Trellis frame
Rangka teralis banyak digunakan pada sepeda motor italia. Rangka ini menganut konsep dan dasar pemikiran yang sama dengan rangka perimeter tentu dengan perbedaan bentuk. Rangka teralis biasanya berbentuk jalinan pipa-pipa turbular yang dilas satu-persatu. Semakin banyak pipa-pipa menyilang maka rangka akan semakin kaku, begitu juga sebaliknya.